Badan Pimpinan Harian IMM Cabang Cirendeu 2014/2015

Bagan struktural Pimpinan Cabang IMM Cirendeu periode 2014 - 2015 yang diketuai oleh IMMawan Muhammad Estutresnanto

Latihan Instruktur Dasar

Pimpinana Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cirendeu 2015

DIKSUSWATI 1 PC IMM CIRENDEU

Kegiatan Diksuswati 1 oleh PC IMM Cirendeu dan IMM Se-Cabang Cirendeu

KAUMAN (Kajian Umum Mingguan) PC IMM Cirendeu dan Remaja Masjid At-Taqwa UMJ

Kajian Umum Mingguan yang membahas mengenai Keagamaan, khususnya membahas HPT Muhammadiyah. Diadakan setiap hari Rabu ba'da Sholat Maghrib Berjama'ah bersama pemateri-pemateri yang berkompeten.

PMO (Pelatihan Manajemen Organisasi) PC IMM Cirendeu

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 27 Januari 2016

Kamis, 21 Januari 2016

Optimalisasi Negara Agraris sebagai Pembangunan Indonesia


oleh Mela Santika
Indonesia merupakan Negara Agraris, karena mayoritas penduduknya bermata
pencaharian sebagai petani atau bercocok tanam. Letak geografis Indonesia yang diapit dua
benua dan berada di antara dua samudra berpengaruh besar terhadap keadaan alam maupun
kehidupan penduduk. Letak ini juga disebut atau dikenal sebagai posisi silang (cross
position), Letak geografis ini sangat strategis untuk negara Indonesia, karena wilayah
Indonesia yang berdekatan dengan garis khatulistiwa menyebabkan negara kita memiliki
iklim tropis. meskipun demikian curah hujan di Indonesia termasuk tinggi. hal ini
menyebabkan Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam hewani dan nabati. Akibat iklim
yang seperti itu, negara kita memiliki hutan yang luas dan kaya akan sumber daya. Tak hanya
kaya hasil hutan, Indonesia juga kaya akan hasil laut (maritim), karena Indonesia merupakan
negara kepulauan. Selain itu negara kita memiliki tanah subur yang banyak dimanfaatkan
sebagai lahan pertanian. Maka dari itu Indonesia disebut negara agraris.

Letak Indonesia yang berada di daerah tropis membuat Indonesia hanya memiliki 2
musim. Hal itu berarti lebih banyak waktu untuk bercocok tanam tak perlu khawatir dengan
musim salju atau musim gugur. Jepang misalnya, mereka hanya punya waktu 3 bulan saja
untuk bercocok tanam dalam waktu setahun, sedang Indonesia bisa bercocok tanam kurang
lebih 6 bulan. Kondisi alam di Indonesia yang daratannya banyak pegunungan membuat
Indonesia dikaruniai tanah yang subur, kerana sisa letusan dari gunung berapi yang dapat
menyuburkan tanah. Sehingga bercocok tanam menjadi lapangan pekerjaan yang cocok serta
menjanjikan. Tetapi itu dulu, sekarang entahlah.

Indonesia bumi kaya akan rempah-rempah, karena menjadi primadona dibuktikan
dengan banyaknya penjajah yang datang untuk menguras rempah Indonesia, hingga
menjadikan mereka begitu jaya. Kini rempah Indonesia telah berada ditangan bangsanya
sendiri, tetapi mengapa petani Indonesia tak dapat berjaya? bahkan tak sedikit para petani
Indonesia yang hidup miskin dan serba kekurangan.

Indonesia kaya akan rempah tetapi masih impor rempah. Harga kentang yang
sebelumnya Rp 6.500/kg, turun menjadi Rp 4.000/kg, dan kentang super dari Rp 8.000/kg
turun menjadi Rp 6.000/kg. Harga tomat merosot menjadi Rp 300-500/kg, padahal harga
normalnya Rp 1.000/kg. Ironisnya para petani enggan memanennya membiarkan tomat-tomat
tersebut hingga membusuk. Jika harga rempah terus merosot seperti itu, maka perekonomian
Indonesia semakin tercekik. Lalu Masih pantaskan Indonesia menyandang gelar sebagai
“Negara Agraris”?

Kebangkitan rempah di Indonesia sangat diharapkan, sudah saatnya penduduk
Indonesia perduli terhadap sesama, rasa satu-kesatuannya haruslah ditingkatkan. Jangan
hanya mengandalkan serta menuntut pemerintahan, karena menurut saya tidak sepenuhnya
itu semua salah pemerintah.  Saya selalu terngiang-ngiang kutipan seorang mantan presiden
Amerika Serikat, John F Kennedy, “jangan  tanyakan apa yang Negara berikan terhadapmu,
tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan terhadap Negaramu”. Apakah yang telah kita
perbuat untuk Negara di era modernisasi saat ini? Ironis memang, saat tunas-tunas muda
malu menjadi seorang petani. Mereka lebih memilih pergi ke kota untuk mencari pekerjaan,
menjadi robot di Negara mereka sendiri. Padahal jika kita intip lirik lagu: kolam susu.
Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jalan cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkah kayu dan batu jadi tanaman

Optimalisasi Negara Indonesia sebagai “Negara Agraris” untuk Pembangunan
Indonesia, sudah saatnya Indonesia bangkit menjadi primadona rempah kembali. Sebagai
tunas-tunas muda penerus bangsa yang akan membawa perubahan dunia (agent of change),
kiranya tidak perlu malu lagi untuk menjadi seorang petani, bukan petani yang seperti dahulu.
Akan tetapi, petani yang menggunakan intelektualnya dengan bantuan teknologi-teknologi
canggih seperti laptop, gadget, dan alat-alat lainnya yang dapat membantu dalam dunia
pertanian. Perkaya ilmu pengetahuan tentang bercocok taman yang berkualitas. Sekiranya
para peneliti tidak hanya diam membuat penelitiannya dan menyimpannya di perpustakaan,
tetapi bagaimana peneliti mempublikasikan hasil riset penelitiannya kepada para petani agar
berkualitas. Aplikasikan itu semua agar hasil produk dalam negeri tidak tertinggal, tentu
Untuk menghasilkan produk-produk yang beraneka serta berkualitas, dibutuhkan investor-
investor dalam negeri yang mau berinvestasi di daerah penghasil rempah, seperti pala di
Fakfak dan Kaimana di Papua. Agar hasil rempah-rempah Indonesia dapat dibangun di dalam
negeri hingga dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi bangsa Indonesia dan mendapat
nilai tambah. Oleh karenanya bukan hanya pemerintah dan petani lah yang bergerak, tetapi
kita semua (everybody) rakyat Indonesia. Mari, Jangan hanya menjadi robot di negeri kita

sendiri.

MEMBENTUK KARAKTER PEMUDA INDONESIA SEBAGAI FIGUR PEMIMPIN MASA DEPAN

oleh Awaliya Anis

Pemuda Indonesia adalah generasi bangsa yang berperan penting untuk masa depan bangsa Indonesia. Peran para pemuda sangat penting untuk kemajuan bangsa kita, karena masa depan bangsa kita ada ditangan mereka. Dalam pidatonya Bung Karno berucap “Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia” (Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia).
Pentingnya pendidikan yaitu, untuk melahirkan generasi bangsa yang berpendidikan, bertanggung jawab dan yang memiliki rasa cinta tanah air. Tanpa mereka jadi apa bangsa kita nanti, tidak ada sosok pemuda yang menjadikan bangsa kita pembeda dari bangsa lain. Bangsa kita tidak pernah terlepas dari upaya dan kerja keras para pemuda.
Keluarga peran utama dalam membentuk pribadi anak. Karena keluarga sangat berpengaruh kuat terhadap pembentukan potensi watak dan kepribadian anak, terutama dalam masa-masa remaja. Baik dan buruk nya perilaku anak dipengaruhi oleh keluarga dan lingkungan sosial.
Peran orang tua harus memotivasi dan mendorong keberhasilan anak. Apapun yang dipilih oleh anak selagi itu membawa dampak positif buat mereka, orang tua harus mendukung. Karena anak lebih baik diikut sertakan dalam kegiatan-kegiatan yang positif untuk mengisi waktu luang.
Dengan salah satu cara seperti itu, anak-anak bisa terhidar dari yang namanya kenalakan remaja yang berdampak negatif untuk mereka. Dengan kemampuan yang mereka sudah dapat kan, mereka akan memberikan hal-hal yang positif terhadap lingkungan. Contohnya, anak remaja sekarang banyak yang mengikuti pecinta alam, dengan mereka mengikuti kegiatan tersebut mereka akan mengetahui bagaimana cara menghargai ciptaan Allah SWT dan menjaganya.
Kualitas generasi muda sangat penting untuk menentukan masa depan bangsa. Karena merekalah yang akan menjadi pemimpin bangsa kita yang akan datang. Mahasiswa sangat erat kaitannya dengan perubahan, yang biasa dikenal dengan istilah agent of change. Kita sebagai mahasiswa mempunyai tanggung jawa besar dalam membuat perubahan-perubahan.
Kita liat diluar sana banyak generasi bangsa sudah mengikuti budaya dari luar, tanpa mereka sadari itu salah satu cara bangsa luar menghancurkan moral-moral generasi muda. Sudah banyak pemuda Indonesia saat ini tidak memiliki moral-moral yang baik, bahkan sudah tidak ada rasa malu. Sudah tidak ada sopan santun terhadap orang yang lebih tua, dari itu kita bisa melihat karakter pemuda bangsa Indonesia saat ini.
Secara moralitas mahasiswa harus mampu bersikap dan bertindak lebih baik dari yang lain, karena mahasiswa memiliki latar belakang sebagai kaum intelektual. Mereka yang siap berkata yang benar itu benar dan yang salah itu salah, mereka harus menjujung tinggi kebenaran dan keadilan. Mahasiswa juga harus kritis dalam menghadapi perubahan yang terjadi di lingkungan masyarakat.
Sudah jarang kita temukan karakter pemuda Indonesia yang baik saat ini, dampak buruk yang terjadi pada pemuda Indonesia saat ini salah satu adanya dampak globalisasi. Pemuda kita saat ini sudah banyak yang krisis karater. Banyak terjadinya tawuran antar pelajar ataupun antar mahasiswa, penyalahan narkoba dan maraknya pergaulan bebas. Penyebab terjadinya hal-hal seperti itu dikarenakan generasi muda saat ini belum siap menghadapi eraglobalisasi, dan kurangnya pendekatan diri kepada Allah SWT.
Kita sebagai generasi penerus dan calon pemimpin bangsa Indonesia harus memiliki karakter yang kuat, tanpa karakter yang kuat akan beresiko besar terhadap bangsa Indonesia yang akan datang. Pendidikan karakter saat ini sangat dibutuhkan oleh pemuda Indonesia, karena banyak hasil penelitian membuktikan bahwa karakter seorang dapat mempengaruhi kesuksesan seseorang.
Pemuda yang berkarakter adalah pemuda yang bisa mengendalikan emosi, dan mereka bisa terhindar dari masalah-masalah yang dihadapi oleh pemuda seperti, tawuran, narkoba, miras, dan sebagainya. Oleh karena itu, buat para pemuda sebagai generasi penerus bangsa, nasib bangsa kita yang akan datang ditangan kita bersama. Jadilah generasi penerus bangsa yang berkarakter baik dan bermoral, tetap menjujung tinggi kebenaran dan terus berbuat yang makruf dan mencegah dari yang munkar. Semoga dengan pemuda Indonesia yang berkarakter akan menjadi calon pemimpin yang amanah dan siap menghadapin permasalah yang akan datang.

Rabu, 13 Januari 2016

“TIPUAN TERSIRAT”



S
eperti menjauh dan menghindar dari kematian, namun kenyataannya adalah menjemput kematian. “Penyakit Menular” menggerogoti kita secara tersirat.

Penyakit Menular atau dalam ilmu kesehatan disebut  dengan PM merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian nasional maupun global. Penyakit Menular adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui berbagai media. Penyakit ini merupakan masalah kesehatan yang besar dihampir semua negara berkembang.

Penyebab (agent) Penyakit Menular adalah unsur biologis yang bervariasi mulai dari partikel virus yang paling sederhana sampai organisme yang paling kompleks yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia (Noor,1997:39)

Proses agent penyakit dalam menyebabkan penyakit pada manusia memerlukan berbagai cara penularan khusus (mode of transmission) serta adanya “sember penularan (reservoir) penyakit seperti manusia, hewan...” (Noor,1997:39)

           Human Immunodeficiency Virus (Selanjutnya disebut HIV) merupakan Penyakit yang dianggap biasa karena sudah banyak kita mendengar nama Virus tersebut. Namun, virus selengkapnya...

IMMawati Nayla Nur Rabbany

Rabu, 02 Desember 2015

TUHAN DI JALANAN




Oleh IMMawati Nayla Nur Rabbany

Memperingati sumpah pemuda halnya, bukanlah hanya melalui satu cara seperti cara aksi saja. Namun, masih banyak cara-cara lain untuk terus mengembangkan semangat jiwa muda kita dalam memperingati sumpah pemuda ini.

Sebagai organisasi besar dibawah naungan Muhammadiyah, kita memiliki banyak potensi dalam membantu berbagai lapisan masyarakat. Kita punya langkah yang panjang sebagai mahasiswa, masih tertanam kuat semangat muda dalam jiwa mahasiswa.
Justru itu yang harus kita pahami, selain bersemangat namun kita memiliki aspek intelektual yang berbeda halnya dengan masyarakat lainnya. Aksi adalah selengkapnya...