Badan Pimpinan Harian IMM Cabang Cirendeu 2014/2015

Bagan struktural Pimpinan Cabang IMM Cirendeu periode 2014 - 2015 yang diketuai oleh IMMawan Muhammad Estutresnanto

Latihan Instruktur Dasar

Pimpinana Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cirendeu 2015

DIKSUSWATI 1 PC IMM CIRENDEU

Kegiatan Diksuswati 1 oleh PC IMM Cirendeu dan IMM Se-Cabang Cirendeu

KAUMAN (Kajian Umum Mingguan) PC IMM Cirendeu dan Remaja Masjid At-Taqwa UMJ

Kajian Umum Mingguan yang membahas mengenai Keagamaan, khususnya membahas HPT Muhammadiyah. Diadakan setiap hari Rabu ba'da Sholat Maghrib Berjama'ah bersama pemateri-pemateri yang berkompeten.

PMO (Pelatihan Manajemen Organisasi) PC IMM Cirendeu

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 24 November 2016

KEBAHAGIAAN

KEBAHAGIAAN?

Bahagia, sebuah harapan yang siapapun pasti ingin mendapatkannya. Kebahagiaan seolah-olah menjadi suatu hal yang didambakan dalam kehidupan manusia pada umumnya. Hal ini terlihat dengan adanya realita yang menunjukkan bahwa manusia akan dan selalu berusaha untuk mengupayakan tercapainya kebahagiaan dalam menjalani hidup. Namun, kebahagiaan yang didambakan oleh setiap manusia masih berada pada titik yang tidak tetap (labil). Dalam artian bahwa definisi dari kebahagiaan itu sendiri masih belum “disepakati” dalam perspektif kebanyakan orang. Dinamika kebahagiaan hidup manusia tampak begitu bervariasi antara satu kebahagiaan dengan kebahagiaan yang lain.
Gambar di atas adalah riset dari Cambridge University tentang Negara manakah yang paling bahagia di muka bumi ini. Dari gambar tersebut, ada 6 (enam) faktor yang digunakan sebagai tolak ukur penilaian kebahagiaan, yaitu pendapatan per kapita, dukungan sosial, hidup yang sehat, kebebasan sosial, kedermawanan dan lainnya. Ternyata, uang adalah salah satu yang menjadi tolak ukur dari penilaian tersebut. Sama seperti yang telah dikatakan oleh sang filsuf, Aristoteles bahwa seseorang yang bahagia menurut beliau adalah orang yang mempunyai good birth, good health, good look, good luck, good reputation, good friends, good money and goodness. Derajat kebahagiaan yang hakiki sebetulnya tidak dapat diukur dari seberapa banyak nilai uang yang dimiliki, setinggi mana jabatan yang diduduki dan sebesar apa rumah yang didiami. Karena kenyataannya, banyak orang yang sudah memiliki uang banyak, tapi tidurnya tidak nyenyak. Banyak pula rumah mewah yang menampakkan kemapanan, tapi di dalamnya ada kedengkian dan dendam.
Manusia memiliki sifat yang tidak pernah puas terhadap apa yang telah dimilikinya saat ini. Maka dari itu, ketika seseorang telah merasakan kebahagiaan akan suatu hal, dia akan terus mencari kebahagiaan lain yang bisa membuat dirinya lebih bahagia lagi dan akan selalu seperti itu. Bukankah kebahagiaan itu semakin dicari semakin kabur, ia akan semakin samar?
Ada teori pembeda yang sederhana dari seorang pendiri Ilmu Histografi, Sosiologi dan Ekonomi, yaitu Ibnu Khaldun. Menurut beliau, makna dari kebahagiaan adalah:
“Bahagia adalah jika engkau benar-benar ridha pada putusan Allah SWT”.
Itulah teori sederhana yang nyata dari makna kebahagiaan seorang muslim. Allah SWT juga berfirman pada QS. Ibrahim: 7 yang artinya, “Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan: sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
Jadi, selalu bersyukur dan berbahagialah dengan apa yang kita miliki saat ini. Karena, kebahagiaan yang hakiki bukan hanya soal harta atau tahta, tapi kebahagiaan adalah bagaimana seseorang mampu melakukan sesuatu yang bermakna dan tulus, sehingga memancarkan ketenangan dan kedamaian. Seseorang yang bahagia adalah seseorang yang apabila mendapat nikmat dia bersyukur, apabila mendapat ujian dia bersabar dan apabila berbuat dosa dia beristighfar.


Created by : IMMawati Faizatunnisa
Bendahara Umum PC IMM Cirendeu Periode 2015-2016
Editor by : Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan PC IMM CIrendeu

VIRUS SINETRON

VIRUS SINETRON

Di masa sekarang ini siapa yang tidak tahu dengan televisi. Ya, televisi adalah salah satu media hiburan yang sudah tidak asing lagi keberadaannya.  Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin canggih, maka dunia pertelevisian pun jadi ikut berkembang. Tayangan-tayangan televisi menjadi hiburan tersendiri bagi penontonnya. Acara televisi yang semakin bervariasi, mulai dari acara musik, masak, anak-anak, reality show, politik, sinetron dan lain sebagaimana selalu disajikan oleh stasiun televisi untuk menghibur penotonon setianya.
Jika kita flashback ke tahun 90-an, kita akan mengenang acara televisi semasa kecil. Acara anak-anak pada saat itu sering ditayangkan pada hari libur menemani liburan kita. Dan jika membandingkan acara televisi zaman dulu dengan zaman sekarang, acara anak-anaknya lah yang sudah berkurang di masa sekarang. Sedih memang, stasiun televisi Indonesia sudah jarang menayangkan acara anak-anak. Saya bangga karena saya pernah merasakan masa kecil dengan acara televisi yang masih berkualitas. Tidak seperti sekarang, acara anak-anak di televisi sudah termaginalkan dan digantikan dengan acara sinetron.
Sinetron. Kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita bukan? Sinetron adalah salah satu acara televisi yang sebagian besar isi ceritanya tentang percintaan. Dalam Bahasa Spanyol sinetron disebut juga telenovela. Bisa dibilang saya juga senang menonton televisi, tapi untuk beberapa tahun belakangan ini saya menjadi kurang menyukai acara televisi yang menayangkan sinetron. Saya beranggapan acara sinetron di beberapa stasiun televisi cerita nya terlalu lebay dan kurang mendidik. Mungkin pembaca juga memiliki argument yang sama dengan saya. Pembaca mungkin masih ingat dengan sinetron-sinetron lama seperti Keluarga Cemara, Lorong Waktu, Kiamat Sudah Dekat, dan lain-lain. Sinetron lama yang tak lekang oleh zaman, jalan ceritanya yang seru dan tidak membosankan membuat rindu.
Tayangan sinetron sekarang yang terlalu bercerita soal percintaan dengan penonton yang sebagian besar adalah anak-anak, sangat lah ironis. Anak-anak yang seharusnya menikmati acara yang mendidikik, tapi sebaliknya. Tidak dipungkiri juga memang, anak-anak zaman sekarang sudah lebih faham dengan kata cinta, mungkin itu salah satu dampak dari perkembangan global yang memudahkan anak-anak sekarang mudah mengakses berbagai situs di internet yang membuatnya menjadi lebih mudah mempelajari sesuatu yang semestinya belum pantas mereka tau terkhusus untuk anak-anak yang berada di kota.
Saya masih ingat betul saat saya KKN di salah satu daerah di Indonesia, anak-anak sekolah dasar bahkan anak-anak yang masih duduk dibangku PAUD pun sangat mengerti dengan jalan cerita salah satu sinetron. Sampai-sampai mereka ingin sekali bertemu dengan idolanya. Pada saat bimbingan belajar di posko, hanya ada 3 anak yang datang tepat waktu, yang lain telat datang dengan alasan menonton acara sinetron kesukaannya. Rupanya kesukaan terhadap sinetron yang sedang naik daun ini tidak hanya disukai oleh anak-anak yang ada di kota, melainkan sudah sampai pada anak-anak yang ada di daerah jauh dari pusat kota.
Seperti virus yang dengan begitu cepat menguasai anak-anak. Segala hal yang berkaitan dengan idola pada sinetron kesukaannya selalu diikuti. Untuk itu marilah kita pantau adik-adik kita, sepupu dan saudara lainnya agar menonton tayangan televisi yang mendidiki, agar anak-anak bangsa Indonesia menjadi penerus bangsa yang cerdas dan memiliki kualitas  yang dapat memajukan bangsa Indonesia.

#SalamMaroon
#IMMJaya

Created by : IMMawati Yoanita Sarah
Sekretaris Umum PC IMM Cirendeu Periode 2015-2016
Editor by : Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan PC IMM Cirendeu

Jumat, 18 November 2016

BONEKA 2,5 METER




BONEKA 2,5 METER

Musik khas terdengar dari kejauhan, mengiringi 2 boneka raksasa yang saling berpasangan, diikuti oleh beberapa anak muda yang memberi hiburan melalui kesenian khas Betawi. Siapa yang tak tahu dengan 2 boneka  besar ini? Boneka yang merupakan ciri khas warga Betawi, kini seakan kehilangan roh keseniannya. Boneka yang menjadi kesenian betawi ini, menjadi salah satu ikon ibu kota negara kita. Siapa yang tak tahu dengan salah satu kesenian betawi ini? Kesenian yang paling populer di kebudayaan Betawi. Masih banyak yang belum, bahkan tidak mengetahui sejarah awal Ondel-ondel ini. Kenapa dibuat? Untuk apa dibuat? Kini hanya tinggal sejarah dan hanya menjadi ikon yang digunakan saat pesta pernikahan, penghias perkantoran, pertokoaan, dan saat ada perayaan hari-hari tertentu, bahkan hari jadi kota Jakarta.
Padahal, zaman dahulu fungsi dari Ondel-ondel yang mulanya digunakan untuk acara-acara yang sakral, kini berubah seiring berkembangnya zaman. Ondel-ondel hanya dipakai pada acara-acara pesta rakyat dan sejenisnya. Bahkan sekarang jarang sekali pertunjukan Ondel-ondel ini ditampilkan secara resmi, yang ada hanyalah pertunjukan yang ditampilkan di pinggir jalan. Kita ketahui bersama, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki banyak sekali budaya. Masyarakat Indonesia sepatutnya bangga dengan berbagai macam kebudayaan-kebudayaan yang ada. Karena kebudayaan yang dimliki bangsa kita sangat unik dan menarik. Negara lain belum tentu memiliki kebudyaan seperti kita. Namun di era sekarang, anak-anak bahkan orang dewasa enggan melestarikaan budaya bangsa dan cenderung menikmati budaya bangsa lain. Kini para remaja banyak yang melupakan bahkan cenderung tidak tahu dengan salah satu kesenian ini, yang mana mereka lebih mementingkan gadget baru.
Yang menjadi ironisnya lagi, Ondel-ondel yang merupakan boneka besar itu tingginya sebesar 2,5 meter yang dibuat dari anyaman bambu, bagian wajahnya berupa topeng, rambut kepala dibuat dari ijuk dan wajah ondel-ondel laki laki dicat warna merah, sedangkan wajah Ondel-ondel perempuan dicat warna putih. Kini mereka hanya menjadi kesenian jalanan yang ditampilkan di pinggiran jalan. Seharusnya Ondel-ondel dijadikan kesenian yang memiliki nilai seni yang mahal. Bukan berarti nilai kesenian mahal diukur dari berapa banyak dan besar uang yang dihasilkan dari kesenian itu. Namun niliai kesenian yang mahal secara pribadi bagi saya yaitu seberapa pentingkah anak bangsa mau melestarikan kebudayaan ini. Sehingga nantinya kebudayaan ini tetap turun-temurun sampai ke generasi selanjutnya. Akan tetapi, belakangan ini nilai keseniannya mulai hilang, bahkan hampir tak ada lagi. Karena pada setiap  pertunjukan Ondel-ondel yang biasa kita temui di pinggir jalan kini hanya dijadikan sebagai pengumpul rupiah untuk kebutuhan hidup mereka.  Seharusnya mereka tau dan sadar bahwa nilai dari salah satu keseniaan Betawi ini, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup semata.
Sepasang ondel-ondel yang menari menyusuri jalanan pinggiran ibu kota yang diiringi musik khas masyarakat betawi, menyihir sebagian warga terutama anak-anak yang menyambut gembira melihat boneka 2,5 meter tersebut. Sepasang Ondel-ondel tersebut kini hanya dilestarikan oleh segelintir orang yang hanya ingin memenuhi kebutuhan hidupnya. Tidakkah kalian sadar wahai generasi muda? Sampai kapan kita harus sibuk dengan hal-hal yang melupakan kita dengan kebudayaan negara tercinta ini?



Created by : IMMawan Iman Taqdir Hidayatullah
Ketua Umum PC IMM Cirendeu Periode 2015/2016